This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Selasa, 03 Juli 2012
SEPUCUK SURAT UNTUK "UMI"
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil[295] dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri" ( An-Nisa : 36 )
Umi..Hari ini, kuteringat kembali akan semua kisah perjalanan hidup. Kau..sosok yang begitu luar biasa di mataku. tidak hanya karena beliaulah yang mengandungku, melahirkanku, menyusuiku, membesarkanku, namun seorang yang telah mengorbankan segala waktu kesenangannya untukmu, mengorbankan segala impiannya tuk bisa selalu bersamaku, mengorbankan segala dayanya untuk selalu membuatku tersenyum bahagia..begitu besar pengorbananmu untukku...
Pernahkah kau rasakan lelah karena tangan hangatmu yang pernah mengangkatku?
Pernahkah kau rasakan letik karena berlari mengejar langkah kecilku?
Apa kau rasakan suntuk saat mendengar setiap rengekan dan tangisanku?
Apa kau rasakan sedih saat melihatku terjatuh dengan luka?
Apa kau rasakan sakit karena badanmu yang terasa pegal karena menjagaku seharian?
Umi...
Kau ajari aku cara bertahan di dunia ini
Kau ajari aku untuk menjaga setiap hasrat hati ini
Kau ajari aku melangkah tuk bisa menaklukan bumi
Kau ajari aku membaca tuk mengetahui dunia
Kau ajari aku berjalan untuk meraih surga
Kau ajari aku menangis tuk meraih kebahagiaan
Kau ajari aku mengenal Rabb-ku
Kau ceritakan kepadaku kisah - kisah Para Kekasih Allah
Kau tunjukkan padaku..
Segala makna yang tidak akan pernah kutemukan
kecuali jika kau ajari aku.....!!,
Umi..
Namamu begitu abadi
Cintamu kekal takkan pernah usang
kasihmu sepanjang waktu
Senyummu takkan tenggelam ditelan masa....!!,
Umi..
Tak hentinya kuucapkan terima kasihku padamu
Tak bosannya kukatakan bahwa aku menyayangimu
Tak jenuhnya ku ungkapkan bahwa betapa aku begitu mengagumimu....!!,
Tapi..Umi..apakah yang dapat kulakukan tuk bisa membalas
setiap tetes keringatmu karena mengejarku
setiap detik waktu luangmu tuk menjagaku
setiap titik air matamu tuk kebahagiaanku
setiap hangatnya senyum manismu tuk menyambutku
setiap milli isi dari hatimu yang hanya untukku
setiap doamu tuk kebaikanku.....!!,
dalam suatu Hadits dikatakan :
"Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua" [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)]
Umi..
terima kasih untuk semuanya
semoga Allah SWT kelak yang kan membalas segala payahmu untukku
“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:14]
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”
amin..Allahumma amin..
^_^
always luv u...
Senin, 02 Juli 2012
IBU MAAFKAN "AKU"
(SERI I)Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.. Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi.
Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi.
Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”.
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya.
Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung . pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan har idi depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.
Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”.
Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskanTapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman.
Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan.
Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya.
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba...
Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang..
Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada... !! Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah... Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat.
Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah.
Tahukah anda apa yang terjadi?..
Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah,,, dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng...!!,
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata...Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya, Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya....!!,
=======================
IBU Maafkan Aku…!!!,(SERI II)
Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.
Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.
Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan.
Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.
Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
“Adaapa nona?” Tanya si pemilik kedai.
“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,…
ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”
“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai...
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata
“Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi utukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”.
Ana, terhenyak mendengar hal tsb.
“Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia mnguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.
Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya.
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas.
Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”
Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.
Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita,
kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita....!!,
Surat Terakhir Untuk "THIO"
6 tahun berlalu setelah kak Iky meninggalkanku sendiri. Sosok kakak
yang begitu aku sayangi. Sosok kakak bagai pahlawan ke-2 bagiku
meninggalkanku karena penyakit kanker darah yang memisahkan aku
dengannya. Di nisan itu jelas tertulis namanya, didepan gundukan tanah
yang sudah lama ini aku duduk, mengukir seucap doa untuk sang
pahlawanku ini, dan hanya sekedar membasahi makamnya yang telah
mengering. Mungkin tak pernah ada yang merawatnya sejak 1 tahun yang
lalu aku terakhir datang mengunjunginya. Aku Tio, Muhammad Prasetyo,
usiaku kini 25 tahun. Aku bekerja disalah satu rumah sakit ternama di
kotaku. Ya aku seorang dokter, namun tanpa sang pahlawanku aku tak
akan mampu meraih semua itu. Sang pahlawan yang rela melakukan apapun
demi melihatku bahagia walau dia tau dia ada diambang kematian. Surat
terakhir darinya masiih aku genggam, surat lusuh 6 tahun yang lalu.
◊◊◊
“Kakak,,, kakak jangan berhenti kuliah. Biarlah Tio yang berhenti. Lagian tanggung banget kakak lagi sebentar skripsi,,, sedangkan Tio baru kelas 2 SMA”ujarku menolak keputusan kakaku yang ingin berhenti kuliah
“justru karena kau baru SMA Tio, kakak ingin kau merasakan indahhnya masa SMA. Masalah kakak Ah, janganlah kau fikirkan itu, lagipula mana ada biaya kakak untuk melanjutkan kuliah, biaya untuk skripsi tidaklah murah, biar kau saja yang meraih mimpimu, disini kakak yang bertanggung jawab, kau bahagia,kakak pula yang bahagia. Tetaplah kau bersekolah Tio “ jawab kakaku santai sambil meninggalkan aku yang termenung meresapi kata-kata kakaku. Tiba-tiba bulir demi bulir air mataku jatuh, yah aku menangis. Cengeng memang, aku lelaki kelas 2 SMA menangis. Tapi tak apalah.
Hari ini tepat 1 minggu kematian ke dua orang tuaku. Benar-benar ironis, mereka meninggal secara bersamaan meninggalkan aku dan kak Iky sendirian. Dulunya kami tak perlu harus memilih antara sekolah ataupun tidak, karena memang orang tuaku bisa dikatakan kaya raya. Namun semenjak orang tuaku bangkrut 3 minggu yang lalu, kita semua harus memilih. Apalagi 1 minggu setelah itu ayahku meninggal akibat serangan jantung, kemudian disusul oleh ibuku yang belum bisa menerima kematian ayah. Jadilah tinggal kami berdua sekarang. Tak ada harta yang ditinggalkan kedua orang tua kami. Hanya sepeser uang, itupun tak seberapa untuk membiayai hidup kami, bahkan tempat tinggalpun kami tak ada, semua telah disita oleh bank. Sekarang kami mengontrak dan kak Rizkylah yang membanting tulang untuk membiayai semuanya sampai harus mengorbankan kuliahnya yang hanya tinggal hitungan bulan lagi.
Kak Rizky, aku biasanya memangginya kak Iky, panggilan kesayanganku. Sosok pahlawan bagiku. Namun entah mengapa, sosok kakak yang dulu pendiam kini berubah 180 derajat, kini dia berbeda. Sejak ayah dan ibu meninggal dia menjadi lebih ceria, selalu menampakan senyum termanisnya didepanku. Perubahan yang sungguh aneh. Atau mungkin dia hanya ingin membuatku terus tersenyum dengan candaannya agar aku lupa dengan keadaan kita sekarang,ah ia, dia memang tak ingin membuatku bersedih, dia memang tak akan pernah bisa melihatku menangis.
◊◊◊
“Hay Hpku mana yah,,,,,” batinku dalam hati sambil mengobrak abrik kamarku.
“ah sialan, gag ada dimana-mana, jelas-jelas tadi ada, loh kok sekarang bisa hilang. Masa sih ada tuyul ngepet pagi-pagi gini...”ujarku kesal sambil menendang tembok dan alhasil kakiku memar
“walah, sial benar nasipku “ ujarku meringis sambil berjaan keluar
“ Kak, lihat HP Tio gag,,,,”?tanyaku,,,,
“Gag tuh,,,,penyakit kau kumat lagi tu dek”jawabnya sekenanya
“ah kakak,,,,hmm Mana yah....” tanyaku binging sambil melanjutkan pencariianku
10,20,30 menit berlalu, ah aku lelah, hp itu tak kunjung aku temui. Biarlah. Mungkin jika memang jodoh bakal kembali kali yak.hehhee. dan akupun merebahkan tubuh di sopa ruang tamu, namun baru saja aku ingin menikmati kelelahanku tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu. Akupun bangkit dan membukakan pintu. Ku lihat sosok perempuan, sepertinya aku mengenalnya
“Nanda.....?”tanyaku
“Ia Tio, ini aku Nanda”jawabnya ceria
“loh, Ngapain kamu kesini....?”tanyaku aga tak suka, aku memang tak pernah suka jika ada teman wanitaku berkunjung ke kontrakanku ini
“Loh, bukannya kamu yang menyuruhku datang kesini toh Tio,,,,”Jawabnya bingung
“Aku,,,? aku tak pernah menyuruhmu datang kesini, kapan?”tanyaku bingung
“Kau lupa Tio, mungkin kau juga lupa bahwa kita telah jadian “
“Walah, kapan kita jadian Nanda, aku pun tak tau,,,,?”tanyaku semakin bingung
“Baru saja, 20 menit yang lalu aku menelfon kau, aku menyatakan perasaan aku kekau dan kau menerimaku, kemudian kau menyuruhku kesini...”ujarnya polos
“Telpon, ah Nanda, aku tak pernah mengangkat telpon kau. Sejak setengah jam yang lalu Hpku hilang,,,, akupun tak tau sekarang dimana....”ujarku menjelaskan
“Jadi.....”tanya Nanda lagii
Aku sudah tak sabar lagii, ah pasti ini ulah kak Iky,, kakaku yang satu ini memang jahil
“KAKAAKKKKKKKKKKKKKKKKKK”Teriakku keras sekali
“Ada apa toh adekku tersayang ?”tanyanya dengan senyum yg tanpa dosa itu
“Kakak balikin deh HP adek, jangan usil napa “ ujarku dengan tampang galak
“Neh, makanya jangan jadi orang pelupa....” ujar kakaku sambil terkekeh
Sialan,ne orang sukanya mengerjaiku
“Lanjutlah pacarannya dek,,,,Hahahha,,,,,” tawanya sambil meninggalkanku dengan Nanda.
Dia tertawa bahagia. Sialan
Ah, aku harus bagaimana sekarang. Menjelaskan pada Nanda kalau aku tak menyukai dirinya, lagi pula aku sedang tak ingin pacaran, aku tak mau gara-gara pacaran membuat pengorbanan kakak Rizky sia-sia.
“Tio....”panggil Nanda membuyarkan lamunanku
“Iya Nan,,,,?”tanyaku gugup
“Bagaimana....?”tanyanya lagii
“Bagaimana apanya.....?”tanyaku pura-pura tak tahu
“Hubungan kita,,,,?”
“Ah, maafkan aku Nanda,bukannya aku tak menyukaimu, benar aku menyukaimu namun hanya sebatas teman saja, lagipula aku sedang tak ingin berpacaran...”jawabku hati-hati
“Baiklah Tio, aku mengerti. Namun kita masih bisa berteman kan”?tanyanya penuh harap. Kulihat matanya basah, mungkinkah dia menangis? Ah aku merasa berdosa, aku memang tak mengerti wanita.
“Iya Nanda, aku mohon maafkan aku, maafkan aku dan kakakku yang telah mengerjaimu...” jawabku gamang
“Baiklah Tio, aku sudah maafin kok, lagi pula kau tak salah...”ujarnya sambil berlalu meninggalkanku yang masih bimbang dengan situasi ini.
Ah kak Rizky, sungguh aku sangat kesal dengannya hari ini. Tega benar dia melakukannya padaku. Aku beranjak dari tempat dudukku menuju kamar kak Iky, ingin memakinya sepuas hatiku, namun sebelum aku mengetok pintu kamarnya, aku mendengar suara batuk dari dalam, suara kak Iky, menahan batuknya agar tak ada yang mendengar. 1,2,3, kali batuk itu terdengar dan makin parah. Rasa amarahku yang tadi memuncak kini berganti dengan rasa khawatir
“Kakak,,,,kakak gag kenapa” kan...?”tanyaku khawatir
“Gag dek,, adek istirahat gih , kakak baik-baik saja, cuman batuk biasa kok” jawabnya dari balik pintu
“Beneran,,,,?”tanyaku tak percaya
“percalah dek, kakak baik-baik saja, lagian kakak sudah minum obat kok, sana gih ke kamar kakak mau istrahat....”
Dengan langkah berat aku tinggalkan kakaku sendirian dengan sakitnya, dia tak membiarkan aku untuk mengurusnya. Padahal jika ku sakit, dialah orang yang paling khawatir denganku. Ada rasa yang mengganjal dihatiku, entah itu apa. Aku sungguh takut jika terjadi sesuatu dengannya.
“Ah,,, kakak, aku takut kakak meninggalkanku....”batinku, namun segera ku tepis dalam-dalam fikiran itu.
“cepat sembuh kak” batinku
◊◊◊
“Dek, adek kenapa.....?”tanya kakak Iky panik ketika aku tak bisa bangun dari tempat tidurku,wajahku pucat, aku tak menjawab pertanyaan kak Iky
“Badan kau panas dek,, wajahmu pucat,...ayo kita ke dokter....”ujarnya, terlihat raut wajahnya sangat khawatir
Aku hanya menggeleng, tak ingin menghabiskan uang jerih payah kakaku hanya untuk berobat, lagian aku hanya sakit biasa, tak perlu dikhawtirkan. Namun sepertinya kakaku tak menghiraukanku, digendongnya aku menuju rumah sakit. Rumahku memang agak terpecil jauh dari keramaian kota. Dengan sabar kakaku menggendongku ke rumah sakit karena memang aku tak kuat untuk berjalan. Aku lihat peluh diwajahnya, tak sedikitpun ia hiraukan. Napasnya mulai tak teratur. Oh kakaku, begitu besar pengorbananmu untukku. Ah aku sudah tak kuat lagi, aku tak kuat lagi berpegang dileher kakaku, dengan sigap dia menahanku dengan kedua tangannya agar aku tak terjatuh
“Sabar dek,,,, sabar,,,,please..”ujarnya,,,, ada setetes air mata jatuh dipipinya, aku dapat merasakan itu, ya dia menangis. Namun aku tak bisa merasakan lebih lama lagi air matanya yang jatuh, tiba-tiba semua gelap, sangat gelap. Mungkinkah aku mati? Oh jangan, aku belum ingin mati, aku belum membahagiakan Kakak Iky,,,,,
◊◊◊
Aku terbangun dari tidurku, kulihat Kak Iky tidur disampingku. Ah aku ada dirumah sakit Rupanya.
“Kakak,,,,”panggilku perlahan, keadaanku sudah makin membaik
“hmm, adek udah bangun to”?tanya kak Iky tersenyum
“Tio sakit appa kak...”?tanyaku
Kak Iky hanya menggeleng diikuti dengan senyum khasnya
“Kenapa kita masih disini kak..?,ayo kita pulang, kita kan tak punya biayai buat opname dirumah sakit....” ujarku
“Jangan dipikirin, uang tak masalah bagi kakak, yang penting adek bisa sembuh itu yang terbaik buat kakak “jawab kakaku sekenanya
Lagi dan lagi aku di buat terkesan oleh sosok kakakku ini, rela melakukan apapun demi aku. Dan aku hanya bisa menghabiskan hasil jerih payahnya selama ini. Akupun mulai menangis
“Hey,,, adek kenapa menangis,,,?apa yang sakit dek, kasi tahu kakak...?”tanya Kak Iky mulai khawatir melihatku menangis
Aku hanya menggeleng, berusaha bangkit dari tidurku, lalu memeluk kak Rizky, menangis sejadi-jadinya. Kak Rizky membiarkanku menangis dipelukannya. Aku benar-benar merasa nyaman ada disampingnya merasa kembali kemasa kanak-kanak ku dulu yang bisa bermanja ria dipangkuan ibuku namun sekarang aku ingin bermanja dipelukakkan kakaku tercinta.
“hey sudah, jangan menangis lagi,, kalau kau menangis cuman karena uang, janganlah menangisi itu dek, kakak bisa cari lagi, namun kalau adek ada appa-apa kakak tak bisa menemui adek seperti kau lagii “ jelasnya padaku seolah mengerti apa yang aku rasakan.
“Kakak,, aku sanyang kakak,,,,”bisiiku pelan ditelinganya sebelum melepaskan pelukanku
Kakak Rizky hanya tersenyum......
◊◊◊
1 tahun sudah berlalu sejak kematian kedua orang tuaku. Aku tak bisa berdiam diri melihat kak Iky pulang malam hanya itu mencari sesuap nasi. Selalu dan selalu begitu. Eh apa yang dia kerjakan diluar sana sampai harus pulang selarut malam ini
“Kakak,,, pulang malem lagi....” Tanyaku tak suka dengan kelakuannya
“Kau belum tidur dek....” Tanyanya mengalihkan petanyaanku,kulihat peluh membasahi seluruh tubuhnya
“jangan mengalihkan pertanyaan kak, apa yang kakak lakukan diluar sana sampai harus pulang selarut ini,,,?” tanyaku agak keras
“Kau tak perlu tau dek,,,,,jangan urus kakak,, sana tidur....” jawabnya santai sambil masuk kekamarnya. Dengan geram aku melangkah masuk kekamarku. Ah kakakku berubah. Ada apa dengannya, tak biasanya dia pulang selarut ini. Sudah hampir 6 bulan dia lakukan semenjak Percakapan 6 bulan yang lalu,dan percakapan itu mulai terngiang lagi diotakku,,
“Kau mau lanjut kuliah kemana dek,,,,”tanya kakak Iky
Aku hanya diam, tak ingin membebani kak Rizky dengan cita-citaku yang setinggi langit ini
“jawab dek,,,,”
“jangan ragu, katakanlah,,, kakak akan lakukan apapun demi membuatmu bahagia...”ujar kak Iky
“Dokter,,,,”Jawabku agak ragu, takut kak Iky akan membentakku dengan keingin konyol yang memerlukan biaya mahal meskipun dengan beasiswa
“Baiklah dek, kakak akan usahakan,,,,”Ujarnya sambil memukul bahuku kemudian berlalu meninggalkanku.
Ah, mungkinkan karena itu kakak selalu pulang larut malam? Tapi kenapa dia lagi-lagi harus menyiksa dirinya hanya untuk kebahagian aku? Sedangkan kebahagian dia tak pernah dia fikirkan sedikitpun. Aku tak pernah mengerti jalan pikirannya Kak Rizky, bahkan pekerjaannya pun tak pernah aku ketahui secara pasti, dan akupun tak pernah menanyakannya. Aku tak ingin menyinggung hatinya yang telah berkorban banyak untukku ini. Namun aku putuskan untuk mencari tau semua itu. Mulai besok.
◊◊◊
Hari ini aku memutuskan untuk mengikuti segala gerak-gerik kak Rizky. Aku ingin tau apakah dia menghidupiku selama ini dengan uang halal ataukah haram. Kusiapkan diriku sedini mungkin, dan ternyata kak Rikzy sudah bersiap akan berangkat. Sejak 6 bulan terakhir ini aku tak pernah tau jam berapa kak Iky akan mulai berangkat kerja. Begitu dini jam 04.00, untung saja aku sudah terbangun sejak tadi. Namun sebelum kak Iky berangkat kerja tak lupa dia menyiapakan sarapan untukku, dan sepucuk surat pastinya. Kebiasaan yang selalu dia lakukan sebelum berangkat kerja. Ku lihat dia telah keluar dari rumah. Sekilah kupandangi surat yang tergeletak di meja makan
Selamat Menikmati sarapan Pagi dek,,,,,,, happy weekend.....kakak kerja dulu. Awas jangan nakal J
Aku tersenyum tipis. Surat yang sama di harii minggu. Kakaku memang tau cara membuatku tersenyum. Akupun bergegas mengikuti kakakku. Dari kejauhan kulihat dia berjalan di tengah gelapnya subuh. Setapak demi setapak jalan yang dia lalui, tak terlihat sedikitpun wajah enggannya, dengan sabar dia lakukan perjalanan jauh ini.
Tak terasa sudah lumayan jauh aku berjalan, aku sudah mulai lelah, namun tekatku sudah bulat. Waktu sudah menunjukan pukul 04.30 setengah jam sudah aku berjalan. Aku melihat kak Rizky, tak sedikitpun menampakkan wajah lelah dan astaga aku baru menyadarinya dia tak menggunakan bus atau semacamnya untuk menuju tempat kerjanya, dia lebih memilih jalan kaki, padahal sendari tadi sudah banyak bus yang berkeliaran disepanjang jalan. Namun mengapa kak Iky lebih memilih berjalan kaki? Apa dia tidak ingin menghabiskan uangnya hanya untuk kebahagianku. Lagi-lagi aku dikejutkan akan sosok kakakku ini. Adik macam apa aku ini, yang tak tau banyak tentang sosok kakaknya yang rela berkorban demi seorang adik yang tak pernah tau banyak tentang kakaknya sendiri. Aku malu dengan diriku sendiri, bahkan aku malu dengan kak Rizky.
Aku melihat kak Iky memasuki sebuah rumah makan cukup besar, sepertinya dia bekerja disana. Aku menunggu, 15 menit berlalu, aku putuskan untuk mencari celah kecil menuju dapur, agar aku bisa melihat apa yang sedang dikerjakan kakakku di pagi buta ini. 10 menit mencari, akhirnya aku temukan, aku melihat dari sela-sela jendela, ah ku lihat kak Rizky sedang mencuci piring, dan piring itu benar-benar banyak dan anehnya dia hanya mengerjakannya sendiri. Aku terpana, ingin rasanya aku membantu kakak Iky, namun aku sadar jika aku kesana hanya akan membuat kak Iky marah. Aku hanya diam memandanginya, dari kejauhan ku lihat peluh tanda dia mulai lelah, namun dia tidak berhenti sedikitpun dari pekerjaannya. Aku menangis, dan aku memang harus menangis karena pengorbanan yang begitu besar untukku.
12 jam sudah aku menunggu pekerjaan kakakku, ku lihat dari kejahuan dia begitu semangat melayani pembeli. Kak Iky tak pernah mengeluh sedikitpun bahkan dia selalu menampakan senyum termanisnya di depan pembeli. Dan akupun melihat kak Rizky keluar dari rumah makan, rupanya pekerjaanya sudah selesai, namun aku heran mengapa dia selalu pulang larut malam sedangkan jam 04.30 dia sudah selesai bekerja. Tanpa pikir panjang lagi akupun mengikutinya, ternyata tak jauh dari rumah makan itu ada sebuah rumah sakit cukup megah. Kak Rizky memasukkinya.
“Rumah sakiit,,,,ada apa ini...” batinku mulai gelisah
Kak Rizkypun memasuki ruang pemeriksaan setelah lama menunggu di lobi,samar-samar aku menguping pembicaraan dokter dan kak Rizky
“Gimana, obatnya diminum terus kan...”tanya dokter itu
Obat,,, sejak kapan kakak harus minum obat, dan kakak sakit apa? Aku tak mendengar jawaban Kak Rizky
“Bagus, kamu harus banyak istirahat, jangan terlalu lelah, dan jangan lupa obatnya harus selalu diminum...
“Baik dok,,,,”jawab Kak Rizky, akupun segera bersembunyi.
Ingin rasanya aku bertanya pada dokter sebenarnya kakaku sakit apa, namun aku tak ingin kehilangan jejak kak Rizky. Ah dokter menyuruhnya untuk beristirahat sedangkan waktu yang dia gunakan untuk istrahat hanya sedikit.
“ sebenarnya kak Rizky sakit apa....” pertanyaan itu terus terngiang-ngiang diotakku, membuatku semakin resah
“Ah, biarlah nanti aku tanyakan pada dokter...”
Akupun kembali mengikuti kak Rizky, kali ini setelah 20 menit berjalan dia memasuki sebuah pabrik, rupanya dia juga bekerja disana sebagai buruh. Astaga, dia buruh..? tak pernah aku berfikri kakak akan memilih pekerjaan itu. Pekerjaan berat yang sangat menyita tenaganya... dia tak pernah malu untuk melakukan semua itu. Air mataku mengalir lagi. Apa yang bisa aku lakukan demi membuatnya bahagia? Sedangkan selama ini hanya dia yang membuatku bahagia. Ku seka air mataku, ku putuskan untuk melangkah pulang kembali kerumah sakit, menanyakan prihal sakitnya kak Iky.
◊◊◊
“Apa...? kanker darah....”tanyaku lagi seolah tak percaya apa yang dikatakan dokter
“Ia, sejak 1 tahun yang lalu....”jelas dokter
“Lalu....”tanyaku mulai gamang
“Jaga kakakmu dengan baik, jangan biarkan dia lelah. Pastikan dia selalu check up....” jelas dokter
“Apa kakak pernah melakukan oprasi “tanyaku ragu
“Kakakmu tak ingin melakukan oprasi, aku sudah berkali-kali memaksanya dengan memberi keringan biaya, tapi dia keras kepala. Tak ingin, katanya uangnya lebih baik dipakai buat mewujudkan impian adiknya itu sebabnya dia hanya berobat saja....”jelas dokter lagi
Aku hanya mengganguk, mohon pamit kepada dokter. Lagi-lagi aku dikejutkan oleh sosok misterius kakakku. Aku memang tak tau banyak tentangnya. Yang aku tau dia hanya ingin membahagiakanku, tapi tak begini caranya. Dia terlalu bodoh kalau dia anggap dengan uang aku bisa bahagia. Dia bodoh, aku hanya bisa bahagia jika dia aada disampingku. Bukankah dia pernah berkata jika uang tidaklah masalah, yang penting kebahagianmu. Ah, sekarang apa? Aku tak peduli dengan semuanya yang aku peduli hanya bagaimana caranya agar kak Iky tetap ada disampingku, yang aku mau dia tak pergi. Aku takut jika dia harus pergi. Sungguh aku takut.
Aku berlari menuju kontrakanku, tak kuasa lagi menahan tangis. Aku takut kak Iky akan meninggalkanku seperti ayah dan ibu. Oh Tuhan janganlah kau ambil Kak Iky. Namun tiba-tiba saja amarahku memuncak. Aku merasa telah dibohongi, aku merasa kak Iky tak pernah sayang padaku. Aku benar-benar benci jika diperlakukan seperti anak kecil. Aku benci dengan keadaan ini. Dan aku tak mau keadaan dulu terulang lagi dikehidupanku.
◊◊◊
Seminggu sudah sejak kejadian itu. Aku masih marah dengannya, tak pernah sedikitpun aku memperdulikan kak Iky, aku tak pernah mau berbicara padanya. Kak Iky heran melihat perubahan sikapku. Dia mencoba mendekatiku, namun tak sedikitpun aku mau berbicara dengannya. Jahatkah aku...?
Aku benar-benar marah padanya, bahkan sarapan yang dibuatkan untukku tak pernah aku sentuh sedikitpun, sampai pada akhirnya kak Iky memutuskan untuk tidak bekerja hari ini dan mengajakku berbicara. Aku sedikit luluh
“Kau kenapa dek,?sudah seminggu ini kau tak ingin berbicara denganku, katakan yang sebenarnya...”tanya kakakku,kulihat wajahnya pucat
“Aku tau kak,, aku tau,,,,”jawabku tak bisa menahan tangis
“Tau apa dek,,,?”tanyanya bingung
“Kakak egois,,, kenapa kakak hanya mementingkan kebahagianku, kenapa kakak tak pernah memikirkan hidupmu kak,,kenapa? Kau salah jika mengira aku akaan bahagia dengan uang kak, kau salah besar, satu-satunya kebahagianku hanya jika kau ada disampingku, kau bahagia,akupun bahagia. Bukannkah kau pernah bilang jika uang tak menjadi masalah, yang penting kebahagianku.”aku menghela nafas sebentar
“aku juga begitu kak, uang bukan segalanya bagiku, kau segalanya bagiku kak, dan sekarang kau akan meninggalkanku...hikhik” jelasku sambil menangis
“kenapa kau tak pernah memberi tau aku tentang sakitmu kak, kenapa,hikhik,,,
Apa aku bukan siapa-siapa lagi untukmu kak,?tak berartikah aku kak?
Kulihat ada satu bulir air mata jatuh diwajah Kak Iky, kak Iky menangis,,,,
“Maafkan kakak dek, inilah yang bisa kakak lakukan sebelum kakak meninggalkanmu...huukhuk,kau sangat berarti untuk kakak dek”ujarnya sambi terbatuk
Astaga darah segar keluar dari mulutnya, aku melihatnya kak Iky berusaha menahan darah itu agar tak keluar, namun apa dayanya darah itu semakin banyak. Tepat dihadapanku kak Iky mengeluarkannya, sosok yang selama ini ku lihat tegar kini torgolek lemah dipangkuannku...
“KAKKKKKKKKKKAKKKKKKK”pANggilku
Namun kak Iky tak menjawab, akupun menggendongnya, sama seperti dia mengendongku saatku sakit, aku berlari melewati jalan setapak. Tak ada bus yang melintas. Aku menangis. Semua orang melihatku.aku tak peduli,yang aku peduli bagaimana kak Iky tak meninggalkanku. Tak terasa, aku telah tiba di Rumah sakit dimana kak Iky selalu check up. Dengan sigap perawat membawa kak Iky ke ruang ICU.
◊◊◊
Aku duduk disamping ranjang kak Iky,dokter menyuruhku masuk. Kak Iky ingin berbicara denganku.
“adek....”panggilnya
Aku tak menjawab, aku hanya bisa menangis
“jangan menangis dek,,,, “ujarnya pelan sambil mengusap air mataku
“Kejar terus mimpimu walau tanpa kakak....”ujarnya lagi membuatku semakin menangis
“Ayolah dek jangan menangis, itu hanya membuat kakak tak tenang....” tambahnya lagi
“maafin Tio kak, udah cuekin kakak, seharusnya Tio tau lebih awal tentang penyakit ini kak, seharusnya Tio yang bekerja untuk kakak,seharusnya Tio,,,,,”
“kakak sudah maafin kok,,, ini memang tugasnya kakak”potong kak Iky
“Dek, maafin kakak,bukan maksud kakak buat nyembunyiin ini semua dek, tapi kakak paling tak bisa melihat adek menangis apalagi karena kakak,maafin kaka dek, kakak sudah gag kuat lagi,,,jangan menangis ya dek,,, kakak sayang adek...”ujarnya lagi sebelum ia menutup matanya untuk terakhir kalinya.
“Kakak,, please kakak, bangun,,jangan tinggalkan Tio,,, Tio gag akan pernah bisa hidup tanpa kakak” panggilku sambil mengguncangkan tubuh kak Iky,,nihil, dia ta terbangun. Dia telah meninggalkanku untuk selamanya. Ah adik macam apa aku ini, mengapa disaat detik-detik terakhir hidupnya aku malah membencinya, tak pernah membuatnya bahagia. Seharusnya aku menjaganya, membuatnya tersenyum. Namun apa yang aku lakukan,,,?
Aku sunggu menyesal
“Maafkan aku kak....”
◊◊◊
Kini tinggal aku sendiri dipemakaman, memandangi gundukan tanah yang masih basah. Gundukan tanah yang baru saja mengubur jasad kakaku tercinta, sosok pahlawan bagiku. Aku belum bisa mengikhlaskannya, aku belum mampu hidup tanpanya. Namun aku tau jika ku terus menangis dia tak akan pernah tenang. Kakak akan ku coba merelakanmu.
Aku buka surat terakhir darinya
Untuk addiku tercinta
Salam hangat dari kakak yang selalu menyanyangimu
“Hey,,,,
Jangan menangis sayang,,, jangan cengeng. Adek udah gede, jadi malu donk buat nangis.hehehe. mungkin pas adek baca surat ini, kakak udah gag ada. Tapi jangan menangis yah,, kakak paling gag bisa lihat kau menangis dek. Karena kakak sangat menyanyangimu. Hehehe
Adek, jangan putuskan cita-citamu, kakak ingin melihatmu menjadi seorang dokter. Lakunkalah demi kakak dek, usaha.ok, kakak sudah menyiapkan semuanya di amplop coklat itu. Itu hasil peninggalan ayah dan kerja kakak selama ini, Mungkin cukup untuk membiayai masuknya kamu kesekolah kedokteran. Tapi awas, jangan kecewakan kakak, ntar kakak timpukin adek pake batu loh klo berani-berani ngecewainn kakak.hehehe
Adek, lakukanlah, jangan berhenti ditengah jalan, kakak akan sangat bangga denganmu. Dan maafkan kakak yang tak pernah bisa membahagiakanmu selama ini. Kakak bukanlah sosok kakak yang terbaik buatmu, kakak lakukan sebisa kakak agar kau bahagia.
Masalah penyakit itu, maafkan kakak, memang sudah takdir kakak harus mengidapnya, dan maafkanlah kakak jika tak pernah memberitahumu, kakak hanya tak ingin membuatmu menangis apalagi khawatir denganku. Kakak tak ingin dengan sakitnya kakak ini membuat kau tak ingin melanjutkan cita-citamu. Kakak tau yang terbaik untukmu dek....
Jangan diri kau baik-baik disana addiku. Jangan menangis. Relakan kepergian kakak agar kakak selalu tenang,inget loh doanya jangan sampe putus...hehhehe
Kakak tau, kamu pasti bisa dek,,,,
Salam Manis dari kakakmu yang selalu merindukanmu “
Habis sudah air mataku untuk menangisi semua ini,,, dia memang kakak terbaiku, dia tau bagaimana membuatku tersenyum. Sosok kakak yang lebih mementingkanku dari pada penyakitnya, ah mulai saat ini aku bertekad akan mewujudkan cita-citaku demi kakakku, demi kak Rizky. Aku berjanji tak akan mengecewakanmu kak....
◊◊◊
Aku menangis lagi, mengenang kenangan 6 tahun yang lalu. Mengingat segala memori tentang sosok pahlawanku, dan itu tak akan pernah tergantikan sampai sekarang.
Aku bangkit dari dudukku, ada tangan halus menggapai membantuku, ya dia Nanda, wanita yang selama ini selalu menemaniku sejak kak Iky meninggal, wanita yang dulu pernah di kerjai oleh Kak Iky, ya kini dia menjadi istriku. Menerima segala kekuaranganku. Akupun menggapai tangannya, dengan lembut dia usap pelan pipiku menghapus air mataku,sebelum kami bergandengan tangan melangkah meninggalkan makam. Disamping kananku aku melihat sosok istriku tersenyum. Dan disamping kiriku, aku melihat sosok pahlawanku tersenyum bangga terhadapku. Dan kami bertigapun berjalan berdampingan menyusuri jalan setapak.
Alm . Muhammad Rizky
Binti
Pratama
Lahir 3 maret 1981
Wafat 27 Mei 2006
◊◊◊
“Kakak,,, kakak jangan berhenti kuliah. Biarlah Tio yang berhenti. Lagian tanggung banget kakak lagi sebentar skripsi,,, sedangkan Tio baru kelas 2 SMA”ujarku menolak keputusan kakaku yang ingin berhenti kuliah
“justru karena kau baru SMA Tio, kakak ingin kau merasakan indahhnya masa SMA. Masalah kakak Ah, janganlah kau fikirkan itu, lagipula mana ada biaya kakak untuk melanjutkan kuliah, biaya untuk skripsi tidaklah murah, biar kau saja yang meraih mimpimu, disini kakak yang bertanggung jawab, kau bahagia,kakak pula yang bahagia. Tetaplah kau bersekolah Tio “ jawab kakaku santai sambil meninggalkan aku yang termenung meresapi kata-kata kakaku. Tiba-tiba bulir demi bulir air mataku jatuh, yah aku menangis. Cengeng memang, aku lelaki kelas 2 SMA menangis. Tapi tak apalah.
Hari ini tepat 1 minggu kematian ke dua orang tuaku. Benar-benar ironis, mereka meninggal secara bersamaan meninggalkan aku dan kak Iky sendirian. Dulunya kami tak perlu harus memilih antara sekolah ataupun tidak, karena memang orang tuaku bisa dikatakan kaya raya. Namun semenjak orang tuaku bangkrut 3 minggu yang lalu, kita semua harus memilih. Apalagi 1 minggu setelah itu ayahku meninggal akibat serangan jantung, kemudian disusul oleh ibuku yang belum bisa menerima kematian ayah. Jadilah tinggal kami berdua sekarang. Tak ada harta yang ditinggalkan kedua orang tua kami. Hanya sepeser uang, itupun tak seberapa untuk membiayai hidup kami, bahkan tempat tinggalpun kami tak ada, semua telah disita oleh bank. Sekarang kami mengontrak dan kak Rizkylah yang membanting tulang untuk membiayai semuanya sampai harus mengorbankan kuliahnya yang hanya tinggal hitungan bulan lagi.
Kak Rizky, aku biasanya memangginya kak Iky, panggilan kesayanganku. Sosok pahlawan bagiku. Namun entah mengapa, sosok kakak yang dulu pendiam kini berubah 180 derajat, kini dia berbeda. Sejak ayah dan ibu meninggal dia menjadi lebih ceria, selalu menampakan senyum termanisnya didepanku. Perubahan yang sungguh aneh. Atau mungkin dia hanya ingin membuatku terus tersenyum dengan candaannya agar aku lupa dengan keadaan kita sekarang,ah ia, dia memang tak ingin membuatku bersedih, dia memang tak akan pernah bisa melihatku menangis.
◊◊◊
“Hay Hpku mana yah,,,,,” batinku dalam hati sambil mengobrak abrik kamarku.
“ah sialan, gag ada dimana-mana, jelas-jelas tadi ada, loh kok sekarang bisa hilang. Masa sih ada tuyul ngepet pagi-pagi gini...”ujarku kesal sambil menendang tembok dan alhasil kakiku memar
“walah, sial benar nasipku “ ujarku meringis sambil berjaan keluar
“ Kak, lihat HP Tio gag,,,,”?tanyaku,,,,
“Gag tuh,,,,penyakit kau kumat lagi tu dek”jawabnya sekenanya
“ah kakak,,,,hmm Mana yah....” tanyaku binging sambil melanjutkan pencariianku
10,20,30 menit berlalu, ah aku lelah, hp itu tak kunjung aku temui. Biarlah. Mungkin jika memang jodoh bakal kembali kali yak.hehhee. dan akupun merebahkan tubuh di sopa ruang tamu, namun baru saja aku ingin menikmati kelelahanku tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu. Akupun bangkit dan membukakan pintu. Ku lihat sosok perempuan, sepertinya aku mengenalnya
“Nanda.....?”tanyaku
“Ia Tio, ini aku Nanda”jawabnya ceria
“loh, Ngapain kamu kesini....?”tanyaku aga tak suka, aku memang tak pernah suka jika ada teman wanitaku berkunjung ke kontrakanku ini
“Loh, bukannya kamu yang menyuruhku datang kesini toh Tio,,,,”Jawabnya bingung
“Aku,,,? aku tak pernah menyuruhmu datang kesini, kapan?”tanyaku bingung
“Kau lupa Tio, mungkin kau juga lupa bahwa kita telah jadian “
“Walah, kapan kita jadian Nanda, aku pun tak tau,,,,?”tanyaku semakin bingung
“Baru saja, 20 menit yang lalu aku menelfon kau, aku menyatakan perasaan aku kekau dan kau menerimaku, kemudian kau menyuruhku kesini...”ujarnya polos
“Telpon, ah Nanda, aku tak pernah mengangkat telpon kau. Sejak setengah jam yang lalu Hpku hilang,,,, akupun tak tau sekarang dimana....”ujarku menjelaskan
“Jadi.....”tanya Nanda lagii
Aku sudah tak sabar lagii, ah pasti ini ulah kak Iky,, kakaku yang satu ini memang jahil
“KAKAAKKKKKKKKKKKKKKKKKK”Teriakku keras sekali
“Ada apa toh adekku tersayang ?”tanyanya dengan senyum yg tanpa dosa itu
“Kakak balikin deh HP adek, jangan usil napa “ ujarku dengan tampang galak
“Neh, makanya jangan jadi orang pelupa....” ujar kakaku sambil terkekeh
Sialan,ne orang sukanya mengerjaiku
“Lanjutlah pacarannya dek,,,,Hahahha,,,,,” tawanya sambil meninggalkanku dengan Nanda.
Dia tertawa bahagia. Sialan
Ah, aku harus bagaimana sekarang. Menjelaskan pada Nanda kalau aku tak menyukai dirinya, lagi pula aku sedang tak ingin pacaran, aku tak mau gara-gara pacaran membuat pengorbanan kakak Rizky sia-sia.
“Tio....”panggil Nanda membuyarkan lamunanku
“Iya Nan,,,,?”tanyaku gugup
“Bagaimana....?”tanyanya lagii
“Bagaimana apanya.....?”tanyaku pura-pura tak tahu
“Hubungan kita,,,,?”
“Ah, maafkan aku Nanda,bukannya aku tak menyukaimu, benar aku menyukaimu namun hanya sebatas teman saja, lagipula aku sedang tak ingin berpacaran...”jawabku hati-hati
“Baiklah Tio, aku mengerti. Namun kita masih bisa berteman kan”?tanyanya penuh harap. Kulihat matanya basah, mungkinkah dia menangis? Ah aku merasa berdosa, aku memang tak mengerti wanita.
“Iya Nanda, aku mohon maafkan aku, maafkan aku dan kakakku yang telah mengerjaimu...” jawabku gamang
“Baiklah Tio, aku sudah maafin kok, lagi pula kau tak salah...”ujarnya sambil berlalu meninggalkanku yang masih bimbang dengan situasi ini.
Ah kak Rizky, sungguh aku sangat kesal dengannya hari ini. Tega benar dia melakukannya padaku. Aku beranjak dari tempat dudukku menuju kamar kak Iky, ingin memakinya sepuas hatiku, namun sebelum aku mengetok pintu kamarnya, aku mendengar suara batuk dari dalam, suara kak Iky, menahan batuknya agar tak ada yang mendengar. 1,2,3, kali batuk itu terdengar dan makin parah. Rasa amarahku yang tadi memuncak kini berganti dengan rasa khawatir
“Kakak,,,,kakak gag kenapa” kan...?”tanyaku khawatir
“Gag dek,, adek istirahat gih , kakak baik-baik saja, cuman batuk biasa kok” jawabnya dari balik pintu
“Beneran,,,,?”tanyaku tak percaya
“percalah dek, kakak baik-baik saja, lagian kakak sudah minum obat kok, sana gih ke kamar kakak mau istrahat....”
Dengan langkah berat aku tinggalkan kakaku sendirian dengan sakitnya, dia tak membiarkan aku untuk mengurusnya. Padahal jika ku sakit, dialah orang yang paling khawatir denganku. Ada rasa yang mengganjal dihatiku, entah itu apa. Aku sungguh takut jika terjadi sesuatu dengannya.
“Ah,,, kakak, aku takut kakak meninggalkanku....”batinku, namun segera ku tepis dalam-dalam fikiran itu.
“cepat sembuh kak” batinku
◊◊◊
“Dek, adek kenapa.....?”tanya kakak Iky panik ketika aku tak bisa bangun dari tempat tidurku,wajahku pucat, aku tak menjawab pertanyaan kak Iky
“Badan kau panas dek,, wajahmu pucat,...ayo kita ke dokter....”ujarnya, terlihat raut wajahnya sangat khawatir
Aku hanya menggeleng, tak ingin menghabiskan uang jerih payah kakaku hanya untuk berobat, lagian aku hanya sakit biasa, tak perlu dikhawtirkan. Namun sepertinya kakaku tak menghiraukanku, digendongnya aku menuju rumah sakit. Rumahku memang agak terpecil jauh dari keramaian kota. Dengan sabar kakaku menggendongku ke rumah sakit karena memang aku tak kuat untuk berjalan. Aku lihat peluh diwajahnya, tak sedikitpun ia hiraukan. Napasnya mulai tak teratur. Oh kakaku, begitu besar pengorbananmu untukku. Ah aku sudah tak kuat lagi, aku tak kuat lagi berpegang dileher kakaku, dengan sigap dia menahanku dengan kedua tangannya agar aku tak terjatuh
“Sabar dek,,,, sabar,,,,please..”ujarnya,,,, ada setetes air mata jatuh dipipinya, aku dapat merasakan itu, ya dia menangis. Namun aku tak bisa merasakan lebih lama lagi air matanya yang jatuh, tiba-tiba semua gelap, sangat gelap. Mungkinkah aku mati? Oh jangan, aku belum ingin mati, aku belum membahagiakan Kakak Iky,,,,,
◊◊◊
Aku terbangun dari tidurku, kulihat Kak Iky tidur disampingku. Ah aku ada dirumah sakit Rupanya.
“Kakak,,,,”panggilku perlahan, keadaanku sudah makin membaik
“hmm, adek udah bangun to”?tanya kak Iky tersenyum
“Tio sakit appa kak...”?tanyaku
Kak Iky hanya menggeleng diikuti dengan senyum khasnya
“Kenapa kita masih disini kak..?,ayo kita pulang, kita kan tak punya biayai buat opname dirumah sakit....” ujarku
“Jangan dipikirin, uang tak masalah bagi kakak, yang penting adek bisa sembuh itu yang terbaik buat kakak “jawab kakaku sekenanya
Lagi dan lagi aku di buat terkesan oleh sosok kakakku ini, rela melakukan apapun demi aku. Dan aku hanya bisa menghabiskan hasil jerih payahnya selama ini. Akupun mulai menangis
“Hey,,, adek kenapa menangis,,,?apa yang sakit dek, kasi tahu kakak...?”tanya Kak Iky mulai khawatir melihatku menangis
Aku hanya menggeleng, berusaha bangkit dari tidurku, lalu memeluk kak Rizky, menangis sejadi-jadinya. Kak Rizky membiarkanku menangis dipelukannya. Aku benar-benar merasa nyaman ada disampingnya merasa kembali kemasa kanak-kanak ku dulu yang bisa bermanja ria dipangkuan ibuku namun sekarang aku ingin bermanja dipelukakkan kakaku tercinta.
“hey sudah, jangan menangis lagi,, kalau kau menangis cuman karena uang, janganlah menangisi itu dek, kakak bisa cari lagi, namun kalau adek ada appa-apa kakak tak bisa menemui adek seperti kau lagii “ jelasnya padaku seolah mengerti apa yang aku rasakan.
“Kakak,, aku sanyang kakak,,,,”bisiiku pelan ditelinganya sebelum melepaskan pelukanku
Kakak Rizky hanya tersenyum......
◊◊◊
1 tahun sudah berlalu sejak kematian kedua orang tuaku. Aku tak bisa berdiam diri melihat kak Iky pulang malam hanya itu mencari sesuap nasi. Selalu dan selalu begitu. Eh apa yang dia kerjakan diluar sana sampai harus pulang selarut malam ini
“Kakak,,, pulang malem lagi....” Tanyaku tak suka dengan kelakuannya
“Kau belum tidur dek....” Tanyanya mengalihkan petanyaanku,kulihat peluh membasahi seluruh tubuhnya
“jangan mengalihkan pertanyaan kak, apa yang kakak lakukan diluar sana sampai harus pulang selarut ini,,,?” tanyaku agak keras
“Kau tak perlu tau dek,,,,,jangan urus kakak,, sana tidur....” jawabnya santai sambil masuk kekamarnya. Dengan geram aku melangkah masuk kekamarku. Ah kakakku berubah. Ada apa dengannya, tak biasanya dia pulang selarut ini. Sudah hampir 6 bulan dia lakukan semenjak Percakapan 6 bulan yang lalu,dan percakapan itu mulai terngiang lagi diotakku,,
“Kau mau lanjut kuliah kemana dek,,,,”tanya kakak Iky
Aku hanya diam, tak ingin membebani kak Rizky dengan cita-citaku yang setinggi langit ini
“jawab dek,,,,”
“jangan ragu, katakanlah,,, kakak akan lakukan apapun demi membuatmu bahagia...”ujar kak Iky
“Dokter,,,,”Jawabku agak ragu, takut kak Iky akan membentakku dengan keingin konyol yang memerlukan biaya mahal meskipun dengan beasiswa
“Baiklah dek, kakak akan usahakan,,,,”Ujarnya sambil memukul bahuku kemudian berlalu meninggalkanku.
Ah, mungkinkan karena itu kakak selalu pulang larut malam? Tapi kenapa dia lagi-lagi harus menyiksa dirinya hanya untuk kebahagian aku? Sedangkan kebahagian dia tak pernah dia fikirkan sedikitpun. Aku tak pernah mengerti jalan pikirannya Kak Rizky, bahkan pekerjaannya pun tak pernah aku ketahui secara pasti, dan akupun tak pernah menanyakannya. Aku tak ingin menyinggung hatinya yang telah berkorban banyak untukku ini. Namun aku putuskan untuk mencari tau semua itu. Mulai besok.
◊◊◊
Hari ini aku memutuskan untuk mengikuti segala gerak-gerik kak Rizky. Aku ingin tau apakah dia menghidupiku selama ini dengan uang halal ataukah haram. Kusiapkan diriku sedini mungkin, dan ternyata kak Rikzy sudah bersiap akan berangkat. Sejak 6 bulan terakhir ini aku tak pernah tau jam berapa kak Iky akan mulai berangkat kerja. Begitu dini jam 04.00, untung saja aku sudah terbangun sejak tadi. Namun sebelum kak Iky berangkat kerja tak lupa dia menyiapakan sarapan untukku, dan sepucuk surat pastinya. Kebiasaan yang selalu dia lakukan sebelum berangkat kerja. Ku lihat dia telah keluar dari rumah. Sekilah kupandangi surat yang tergeletak di meja makan
Selamat Menikmati sarapan Pagi dek,,,,,,, happy weekend.....kakak kerja dulu. Awas jangan nakal J
Aku tersenyum tipis. Surat yang sama di harii minggu. Kakaku memang tau cara membuatku tersenyum. Akupun bergegas mengikuti kakakku. Dari kejauhan kulihat dia berjalan di tengah gelapnya subuh. Setapak demi setapak jalan yang dia lalui, tak terlihat sedikitpun wajah enggannya, dengan sabar dia lakukan perjalanan jauh ini.
Tak terasa sudah lumayan jauh aku berjalan, aku sudah mulai lelah, namun tekatku sudah bulat. Waktu sudah menunjukan pukul 04.30 setengah jam sudah aku berjalan. Aku melihat kak Rizky, tak sedikitpun menampakkan wajah lelah dan astaga aku baru menyadarinya dia tak menggunakan bus atau semacamnya untuk menuju tempat kerjanya, dia lebih memilih jalan kaki, padahal sendari tadi sudah banyak bus yang berkeliaran disepanjang jalan. Namun mengapa kak Iky lebih memilih berjalan kaki? Apa dia tidak ingin menghabiskan uangnya hanya untuk kebahagianku. Lagi-lagi aku dikejutkan akan sosok kakakku ini. Adik macam apa aku ini, yang tak tau banyak tentang sosok kakaknya yang rela berkorban demi seorang adik yang tak pernah tau banyak tentang kakaknya sendiri. Aku malu dengan diriku sendiri, bahkan aku malu dengan kak Rizky.
Aku melihat kak Iky memasuki sebuah rumah makan cukup besar, sepertinya dia bekerja disana. Aku menunggu, 15 menit berlalu, aku putuskan untuk mencari celah kecil menuju dapur, agar aku bisa melihat apa yang sedang dikerjakan kakakku di pagi buta ini. 10 menit mencari, akhirnya aku temukan, aku melihat dari sela-sela jendela, ah ku lihat kak Rizky sedang mencuci piring, dan piring itu benar-benar banyak dan anehnya dia hanya mengerjakannya sendiri. Aku terpana, ingin rasanya aku membantu kakak Iky, namun aku sadar jika aku kesana hanya akan membuat kak Iky marah. Aku hanya diam memandanginya, dari kejauhan ku lihat peluh tanda dia mulai lelah, namun dia tidak berhenti sedikitpun dari pekerjaannya. Aku menangis, dan aku memang harus menangis karena pengorbanan yang begitu besar untukku.
12 jam sudah aku menunggu pekerjaan kakakku, ku lihat dari kejahuan dia begitu semangat melayani pembeli. Kak Iky tak pernah mengeluh sedikitpun bahkan dia selalu menampakan senyum termanisnya di depan pembeli. Dan akupun melihat kak Rizky keluar dari rumah makan, rupanya pekerjaanya sudah selesai, namun aku heran mengapa dia selalu pulang larut malam sedangkan jam 04.30 dia sudah selesai bekerja. Tanpa pikir panjang lagi akupun mengikutinya, ternyata tak jauh dari rumah makan itu ada sebuah rumah sakit cukup megah. Kak Rizky memasukkinya.
“Rumah sakiit,,,,ada apa ini...” batinku mulai gelisah
Kak Rizkypun memasuki ruang pemeriksaan setelah lama menunggu di lobi,samar-samar aku menguping pembicaraan dokter dan kak Rizky
“Gimana, obatnya diminum terus kan...”tanya dokter itu
Obat,,, sejak kapan kakak harus minum obat, dan kakak sakit apa? Aku tak mendengar jawaban Kak Rizky
“Bagus, kamu harus banyak istirahat, jangan terlalu lelah, dan jangan lupa obatnya harus selalu diminum...
“Baik dok,,,,”jawab Kak Rizky, akupun segera bersembunyi.
Ingin rasanya aku bertanya pada dokter sebenarnya kakaku sakit apa, namun aku tak ingin kehilangan jejak kak Rizky. Ah dokter menyuruhnya untuk beristirahat sedangkan waktu yang dia gunakan untuk istrahat hanya sedikit.
“ sebenarnya kak Rizky sakit apa....” pertanyaan itu terus terngiang-ngiang diotakku, membuatku semakin resah
“Ah, biarlah nanti aku tanyakan pada dokter...”
Akupun kembali mengikuti kak Rizky, kali ini setelah 20 menit berjalan dia memasuki sebuah pabrik, rupanya dia juga bekerja disana sebagai buruh. Astaga, dia buruh..? tak pernah aku berfikri kakak akan memilih pekerjaan itu. Pekerjaan berat yang sangat menyita tenaganya... dia tak pernah malu untuk melakukan semua itu. Air mataku mengalir lagi. Apa yang bisa aku lakukan demi membuatnya bahagia? Sedangkan selama ini hanya dia yang membuatku bahagia. Ku seka air mataku, ku putuskan untuk melangkah pulang kembali kerumah sakit, menanyakan prihal sakitnya kak Iky.
◊◊◊
“Apa...? kanker darah....”tanyaku lagi seolah tak percaya apa yang dikatakan dokter
“Ia, sejak 1 tahun yang lalu....”jelas dokter
“Lalu....”tanyaku mulai gamang
“Jaga kakakmu dengan baik, jangan biarkan dia lelah. Pastikan dia selalu check up....” jelas dokter
“Apa kakak pernah melakukan oprasi “tanyaku ragu
“Kakakmu tak ingin melakukan oprasi, aku sudah berkali-kali memaksanya dengan memberi keringan biaya, tapi dia keras kepala. Tak ingin, katanya uangnya lebih baik dipakai buat mewujudkan impian adiknya itu sebabnya dia hanya berobat saja....”jelas dokter lagi
Aku hanya mengganguk, mohon pamit kepada dokter. Lagi-lagi aku dikejutkan oleh sosok misterius kakakku. Aku memang tak tau banyak tentangnya. Yang aku tau dia hanya ingin membahagiakanku, tapi tak begini caranya. Dia terlalu bodoh kalau dia anggap dengan uang aku bisa bahagia. Dia bodoh, aku hanya bisa bahagia jika dia aada disampingku. Bukankah dia pernah berkata jika uang tidaklah masalah, yang penting kebahagianmu. Ah, sekarang apa? Aku tak peduli dengan semuanya yang aku peduli hanya bagaimana caranya agar kak Iky tetap ada disampingku, yang aku mau dia tak pergi. Aku takut jika dia harus pergi. Sungguh aku takut.
Aku berlari menuju kontrakanku, tak kuasa lagi menahan tangis. Aku takut kak Iky akan meninggalkanku seperti ayah dan ibu. Oh Tuhan janganlah kau ambil Kak Iky. Namun tiba-tiba saja amarahku memuncak. Aku merasa telah dibohongi, aku merasa kak Iky tak pernah sayang padaku. Aku benar-benar benci jika diperlakukan seperti anak kecil. Aku benci dengan keadaan ini. Dan aku tak mau keadaan dulu terulang lagi dikehidupanku.
◊◊◊
Seminggu sudah sejak kejadian itu. Aku masih marah dengannya, tak pernah sedikitpun aku memperdulikan kak Iky, aku tak pernah mau berbicara padanya. Kak Iky heran melihat perubahan sikapku. Dia mencoba mendekatiku, namun tak sedikitpun aku mau berbicara dengannya. Jahatkah aku...?
Aku benar-benar marah padanya, bahkan sarapan yang dibuatkan untukku tak pernah aku sentuh sedikitpun, sampai pada akhirnya kak Iky memutuskan untuk tidak bekerja hari ini dan mengajakku berbicara. Aku sedikit luluh
“Kau kenapa dek,?sudah seminggu ini kau tak ingin berbicara denganku, katakan yang sebenarnya...”tanya kakakku,kulihat wajahnya pucat
“Aku tau kak,, aku tau,,,,”jawabku tak bisa menahan tangis
“Tau apa dek,,,?”tanyanya bingung
“Kakak egois,,, kenapa kakak hanya mementingkan kebahagianku, kenapa kakak tak pernah memikirkan hidupmu kak,,kenapa? Kau salah jika mengira aku akaan bahagia dengan uang kak, kau salah besar, satu-satunya kebahagianku hanya jika kau ada disampingku, kau bahagia,akupun bahagia. Bukannkah kau pernah bilang jika uang tak menjadi masalah, yang penting kebahagianku.”aku menghela nafas sebentar
“aku juga begitu kak, uang bukan segalanya bagiku, kau segalanya bagiku kak, dan sekarang kau akan meninggalkanku...hikhik” jelasku sambil menangis
“kenapa kau tak pernah memberi tau aku tentang sakitmu kak, kenapa,hikhik,,,
Apa aku bukan siapa-siapa lagi untukmu kak,?tak berartikah aku kak?
Kulihat ada satu bulir air mata jatuh diwajah Kak Iky, kak Iky menangis,,,,
“Maafkan kakak dek, inilah yang bisa kakak lakukan sebelum kakak meninggalkanmu...huukhuk,kau sangat berarti untuk kakak dek”ujarnya sambi terbatuk
Astaga darah segar keluar dari mulutnya, aku melihatnya kak Iky berusaha menahan darah itu agar tak keluar, namun apa dayanya darah itu semakin banyak. Tepat dihadapanku kak Iky mengeluarkannya, sosok yang selama ini ku lihat tegar kini torgolek lemah dipangkuannku...
“KAKKKKKKKKKKAKKKKKKK”pANggilku
Namun kak Iky tak menjawab, akupun menggendongnya, sama seperti dia mengendongku saatku sakit, aku berlari melewati jalan setapak. Tak ada bus yang melintas. Aku menangis. Semua orang melihatku.aku tak peduli,yang aku peduli bagaimana kak Iky tak meninggalkanku. Tak terasa, aku telah tiba di Rumah sakit dimana kak Iky selalu check up. Dengan sigap perawat membawa kak Iky ke ruang ICU.
◊◊◊
Aku duduk disamping ranjang kak Iky,dokter menyuruhku masuk. Kak Iky ingin berbicara denganku.
“adek....”panggilnya
Aku tak menjawab, aku hanya bisa menangis
“jangan menangis dek,,,, “ujarnya pelan sambil mengusap air mataku
“Kejar terus mimpimu walau tanpa kakak....”ujarnya lagi membuatku semakin menangis
“Ayolah dek jangan menangis, itu hanya membuat kakak tak tenang....” tambahnya lagi
“maafin Tio kak, udah cuekin kakak, seharusnya Tio tau lebih awal tentang penyakit ini kak, seharusnya Tio yang bekerja untuk kakak,seharusnya Tio,,,,,”
“kakak sudah maafin kok,,, ini memang tugasnya kakak”potong kak Iky
“Dek, maafin kakak,bukan maksud kakak buat nyembunyiin ini semua dek, tapi kakak paling tak bisa melihat adek menangis apalagi karena kakak,maafin kaka dek, kakak sudah gag kuat lagi,,,jangan menangis ya dek,,, kakak sayang adek...”ujarnya lagi sebelum ia menutup matanya untuk terakhir kalinya.
“Kakak,, please kakak, bangun,,jangan tinggalkan Tio,,, Tio gag akan pernah bisa hidup tanpa kakak” panggilku sambil mengguncangkan tubuh kak Iky,,nihil, dia ta terbangun. Dia telah meninggalkanku untuk selamanya. Ah adik macam apa aku ini, mengapa disaat detik-detik terakhir hidupnya aku malah membencinya, tak pernah membuatnya bahagia. Seharusnya aku menjaganya, membuatnya tersenyum. Namun apa yang aku lakukan,,,?
Aku sunggu menyesal
“Maafkan aku kak....”
◊◊◊
Kini tinggal aku sendiri dipemakaman, memandangi gundukan tanah yang masih basah. Gundukan tanah yang baru saja mengubur jasad kakaku tercinta, sosok pahlawan bagiku. Aku belum bisa mengikhlaskannya, aku belum mampu hidup tanpanya. Namun aku tau jika ku terus menangis dia tak akan pernah tenang. Kakak akan ku coba merelakanmu.
Aku buka surat terakhir darinya
Untuk addiku tercinta
Salam hangat dari kakak yang selalu menyanyangimu
“Hey,,,,
Jangan menangis sayang,,, jangan cengeng. Adek udah gede, jadi malu donk buat nangis.hehehe. mungkin pas adek baca surat ini, kakak udah gag ada. Tapi jangan menangis yah,, kakak paling gag bisa lihat kau menangis dek. Karena kakak sangat menyanyangimu. Hehehe
Adek, jangan putuskan cita-citamu, kakak ingin melihatmu menjadi seorang dokter. Lakunkalah demi kakak dek, usaha.ok, kakak sudah menyiapkan semuanya di amplop coklat itu. Itu hasil peninggalan ayah dan kerja kakak selama ini, Mungkin cukup untuk membiayai masuknya kamu kesekolah kedokteran. Tapi awas, jangan kecewakan kakak, ntar kakak timpukin adek pake batu loh klo berani-berani ngecewainn kakak.hehehe
Adek, lakukanlah, jangan berhenti ditengah jalan, kakak akan sangat bangga denganmu. Dan maafkan kakak yang tak pernah bisa membahagiakanmu selama ini. Kakak bukanlah sosok kakak yang terbaik buatmu, kakak lakukan sebisa kakak agar kau bahagia.
Masalah penyakit itu, maafkan kakak, memang sudah takdir kakak harus mengidapnya, dan maafkanlah kakak jika tak pernah memberitahumu, kakak hanya tak ingin membuatmu menangis apalagi khawatir denganku. Kakak tak ingin dengan sakitnya kakak ini membuat kau tak ingin melanjutkan cita-citamu. Kakak tau yang terbaik untukmu dek....
Jangan diri kau baik-baik disana addiku. Jangan menangis. Relakan kepergian kakak agar kakak selalu tenang,inget loh doanya jangan sampe putus...hehhehe
Kakak tau, kamu pasti bisa dek,,,,
Salam Manis dari kakakmu yang selalu merindukanmu “
Habis sudah air mataku untuk menangisi semua ini,,, dia memang kakak terbaiku, dia tau bagaimana membuatku tersenyum. Sosok kakak yang lebih mementingkanku dari pada penyakitnya, ah mulai saat ini aku bertekad akan mewujudkan cita-citaku demi kakakku, demi kak Rizky. Aku berjanji tak akan mengecewakanmu kak....
◊◊◊
Aku menangis lagi, mengenang kenangan 6 tahun yang lalu. Mengingat segala memori tentang sosok pahlawanku, dan itu tak akan pernah tergantikan sampai sekarang.
Aku bangkit dari dudukku, ada tangan halus menggapai membantuku, ya dia Nanda, wanita yang selama ini selalu menemaniku sejak kak Iky meninggal, wanita yang dulu pernah di kerjai oleh Kak Iky, ya kini dia menjadi istriku. Menerima segala kekuaranganku. Akupun menggapai tangannya, dengan lembut dia usap pelan pipiku menghapus air mataku,sebelum kami bergandengan tangan melangkah meninggalkan makam. Disamping kananku aku melihat sosok istriku tersenyum. Dan disamping kiriku, aku melihat sosok pahlawanku tersenyum bangga terhadapku. Dan kami bertigapun berjalan berdampingan menyusuri jalan setapak.
Alm . Muhammad Rizky
Binti
Pratama
Lahir 3 maret 1981
Wafat 27 Mei 2006
Jumat, 20 Januari 2012
PUISI CINTA
Malam ini bulan sangat indah menyinari bumi seperti hatiku yang sedang bahagia karena disinari oleh cintamu yang begitu hangat bagai nyala api yang takkan padam walau diterpa badai
Tuhan tlg bantu dia Memejamkan matanya, temani dalam mimpi Indahnya agar besok pagi dia terbangun dengan senyum Maniznya, sampaikan padanya bahwa ku ingin jadi kekasih yg terbaik untuknya
Musim Terindah adalah ….
Ketika kau nyalakan pagi dengan senyummu
Ketika kau payungi siang dengan sapamu
Ketika kau tutup malam dengan belai manjamu
I luv u…
Hidup ini kujalani hanya sekali dan tak dpt berulang untuk selamanya. .
Sama halnya dengan. .
Cinta ini kujalani hanya sekali dan tak dapat berpaling untuk selamanya. .
Engkaulah cintaku selamanya. . .
Matamu begitu bening seperti air kemasan,
Bibirmu merah seperti sambel,
Rambutmu hitam pekat bagai minyak tanah,
Oh baby, I Love you
Kamu tau ngga kalau kedua orangtuamu itu pencuri?
Mereka telah mencuri bintang yang paling indah di langit,
dan menaruhnya di mata kamu
Kamu selalu bikin aku takut. Pertama bertemu,
aku takut bicara kepadamu..
Pertama bicara, aku takut nanti suka padamu.
Pas suka aku takut nanti jatuh cinta padamu.
Udah jatuh cinta, aku takut kehilangan kamu..
Tadi malam aku kirim bidadari untuk menjaga tidurmu. Eh, dia buru-buru balik. Katanya, ‘Ah, masa bidadari disuruh jaga bidadari?
Aku tercipta hanya untuk mencintai dirimu
Dan izinkan aku untuk terus begitu.
Aku bersedia menjadi lilin,
Membakar diriku untuk menerangi dirimu.
Berpisah dengamu sedetik saja bagaikan 1000 tahun.
Untuk rayuan gombal ini jangan sampai si cewek tanya “emang umur lu berapa”
Seandainya kau adalah bunga,
biarkan diriku menjadi POT untuk menjagamu.
Lihat di sana sayang!
Matahari terbenam begitu indah, (sambil menatap pasangan)
Walau begitu, itu tak dapat menandingi keindahan dirimu.
Dunia ini hanya milik kita berdua sayang.
Yang lainnya hanya ngontrak
Jadul punya coy…
Tahu nggak say,
Aku kemarin nggak bisa bangun dari tidur karena terus memimpikanmu.
Dijamin sukses membuat cewek tersipu malu
Aku tidak bisa makan karena ingat kamu.
Aku tidak bisa mandi karena ingat kamu. Aku tidak bisa tidur karena ingat kamu.
Sudah umum sih tapi tingkat keberhasilannya itu lho! Mantap.
Walau aku tidak bisa berpuisi,
amun saat melihat tatap matamu,
Tiba-tiba aku menjadi seorang penyair BESAR yang selalu memujamu.
Ini Dari kasino warkop
Aku dengar bisikan angin sampaikan pesanmu padaku.
Aku rasakan tetesan embun sebagai lambang kasih sayangmu.
Kulihat pelangi hati sebagai gambaran cintamu padaku.
Kurasakan ketulusan, kejujuran, dan kesetiaanmu padaku.
Kini aku menyadari bila dirimu kau sangat sayang padaku.
Tapi semua terasa menjadi tiada indah tanpa dirimu.
Kan kujaga semua yang pernah kau berikan padaku, cinta.
Kukirimkan malam ini cinta suciku untukmu bersama hembusan angin teduh.
Kusalurkan kasih sayangku melalui pori-pori jiwaku,
untuk bekal tidur yang kau jenjang dalam dekapan kasih membelai jiwamu.
Saat pertama kali bertemu, dirimu selalu hadir dalam hatiku.
Waktu berjalan bersama bayangmu, inginnya selalu dekat denganmu.
Lembayung tergores kelam, menjelajah anganku pilu.
Getar kasihmu dalam badai,
Tinggalkan mimpi menuju harapan.
Adakah harapan itu untukku?
Bila bunga cinta gugur menyelubungi hatiku yang sepi dan pudar bersama cinta.
Tiada hal yang terindah selain cinta.
Cinta yang lahir dari hati.
Ingin meraih kembali cintamu menjadi kenyataan.
Saat diriku dalam siksaan cinta, dirimu melenggang pergi tanpa pernah memikirkanku.
Untuk apa berlari dalam kelam?
Sedang kabut pun tak mau menyibak.
Biarlah semua berlalu, mimpi pun aku tak ingin.
Meski rindu ini tercipta untukmu.
Adakah di hatimu terbesit satu harapan untuk berjanji selamanya bersamaku?
Andai dirimu berada disini untuk membuka kembali jalan cinta.
Ada rasa rindu disana yang mengisi relung hati.
Adakah rindu di hatimu seperti yang kurasakan?
Kutahu kau mencintaiku saat kulihat binar matamu bersinar saat menatapku, teduh dan hangat. Kutahu kaulah tempatku bersandar dan berlindung.
Mengapa harus berjumpa saat diriku telah berdua?
Ingin diriku lari dari kenyataan bersama hasratku bersamamu.
Namun kutak kuasa melawan sumpah yang telah terucap.
Anganku tak berhenti bersajak.
Walau kutahu, kau tak pernah menganggap diriku ada,
Meski rasa letih mendera,
Aku tak akan pernah melepaskannya lagi.
Kau hanya mimpi yang tak akan menjadi nyata hingga segala rasa harus padam dan berakhir.
Kan selalu kurasakan hadirmu antara ada dan tiada.
Dingin angin malam membawa khayalan kian pasti.
Kugantung impian dan asa,
Dan aku berjanji tidak akan mengecewakan dirinya.
Mencintaimu setulus hati,
Mengarungi lautan untuk mendapatkan cinta suci.
Tak akan pernah menduakanmu walaupun terpisah jarak dan perbedaan.
Tak semua kata dapat terucap,
Lain di mulut lain di hati.
Suatu hari nanti, kau akan tahu,
Rasa cinta yang tersimpan.
Nikmatilah cinta dengan kasih putih,
Maka akan lahir cinta sejati.
Mengagumimu apa adanya dan menjadi inspirasi dalam hidupku.
Membangkitkan rasa cintaku menjadi tak terbatas.
Kini, kuserahkan diriku apa adanya.
Tak akan pernah tahu,
Kemana mata hati melangkah dan berpijak.
Sosokmu hanya banyang semu di hati.
Abadilah asa bersama mimpiku.
Sesaat mengenal telah menambah arti dalam hidupku.
Kudapatkan anugerah terindah di bulan penuh berkah.
Tanpa kata janji, hanya ungkapan cinta dan saling pecaya.
Berdua kita jelang masa depan bersama dalam satu cinta,
Abadi selamanya.
Rindu akan belaianmu, kasih sayang, dan ketegaranmu.
Walau semua itu t’lah berlalu,
Tapi takkan pernah terlupakan hingga akhir hayatku.
Saat bertemu, aku tak peduli.
Saat kau pergi, aku selalu menantimu.
Apakah ini namanya cinta?
Kau datang disaat keegoisan akan cinta tengah mendera.
Membawa cahaya dan kedamaian,
Membuatku tidak mudah menyerah untuk merengkuh kisah cinta bersamamu.
Dalam hati aku menanti,
Kuserahkan hati sebagai tanda ketulusan cinta.
Meski adakah cinta yang tulus setelah sekian lama lelah mencari.
Kapankah perjalanan ini kan berakhir?
Penderitaanku adalah bayangan gelap bagi dirimu,
Saat kesetiaan menjadi alasan untuk mencampakanku!
Aku takkan lari dari cintamu yang selalu memasungku.
Sesuatu yang terbesar dalam hidup ialah mengampuni orang yang menyakiti kita
Dan tetap mengasihinya.
Jangan pernah berkata selamat tinggal jika masih ingin mencoba.
Jangan pernah menyerah selama merasa masih dapat maju.
Jangan pernah berkata ya bila tidak menyukainya.
Untuk apa bicara cinta, jika hatimu tak terbuka.
Untuk apa bicara cinta, jika matamu tak bercahaya.
Untuk apa bicara cinta, jika hanya membuatmu menderita.
Bagiku, dirimu adalah Sang Cinta
Apakah arti cinta jika tidak saling mengerti satu sama lain.
Jika keegoisan yang muncul, itu bukanlah cinta.
Seseorang tak akan pernah menyadari dalamnya rasa cinta
Sampai tiba saat perpisahan.
Cinta bagaikan sepasang burung yang tumbuh melalui jiwa, rasa dan raga.
Cinta dapat dimiliki melalui perasaan dua hati.
Kuingin lebih mencintaimu sebelum saat lepaskan tubuhku.
Kuingin rasakan cintamu seutuhnya sebelum saat tinggalkan jiwaku.
Cumbuilah cintaku, belailah hatiku dan peluklah erat jiwaku untuk selamanya.
Cinta adalah saling memiliki.
Kasih sayang adalah saling memberi.
Cinta adalah kejujuran.
Mencintai bukan untuk saling menghianati.
Apakah cinta itu?
Hingga kini masih kunanti hadirnya di relung hatiku.
Cinta tak harus memiliki dan mencintai bukanlah menguasai.
Biarlah kumencintai dengan caraku sendiri.
Jangan sebut cinta abadi jika hanya ingin merasakannya.
Hiduplah cinta dan tinggallah di dalamnya maka cinta itu akan kekal.
Laksana kumbang yang terjebak dalam taman mawar berduri.
Leluasa menikmati tebaran keharumannya.
Namun tak kuasa untuk memetiknya.
Tak kuasa bebas dari belenggu duri.
Cinta tak harus memiliki tapi hanya bisa dirasakan.
Berpisah tak harus ada rasa benci.
Hanya cinta yang mampu mengatasinya.
Cinta dapat melahirkan kebahagiaan dan kebencian.
Cinta bukanlah segalanya.
Tak perlu berlebihan memperlakukannya.
Cintailah sang pencipta cinta.
Adakalahnya cinta datang tiba-tiba.
Adakalahnya cinta datang walau hanya sesaat.
Adakalahnya cinta datang hanya di bibir saja.
Tapi cintaku untuk selamanya, dan namamu terukir dilubuk hatiku.
Jika ditakdirkan untuk bersama,
Kutak ingin hanya janji dan kata setia.
Cinta butuh kepastian yanhg nyata.
Saat kutatap wajah sang malam.
Dirimu hadir dalam tatapan mataku.
Begitu lekat dalam hembusan bayu.
Serasa lembut nafasmu menyapu rinduku.
Tuhan tlg bantu dia Memejamkan matanya, temani dalam mimpi Indahnya agar besok pagi dia terbangun dengan senyum Maniznya, sampaikan padanya bahwa ku ingin jadi kekasih yg terbaik untuknya
Musim Terindah adalah ….
Ketika kau nyalakan pagi dengan senyummu
Ketika kau payungi siang dengan sapamu
Ketika kau tutup malam dengan belai manjamu
I luv u…
Hidup ini kujalani hanya sekali dan tak dpt berulang untuk selamanya. .
Sama halnya dengan. .
Cinta ini kujalani hanya sekali dan tak dapat berpaling untuk selamanya. .
Engkaulah cintaku selamanya. . .
Matamu begitu bening seperti air kemasan,
Bibirmu merah seperti sambel,
Rambutmu hitam pekat bagai minyak tanah,
Oh baby, I Love you
Kamu tau ngga kalau kedua orangtuamu itu pencuri?
Mereka telah mencuri bintang yang paling indah di langit,
dan menaruhnya di mata kamu
Kamu selalu bikin aku takut. Pertama bertemu,
aku takut bicara kepadamu..
Pertama bicara, aku takut nanti suka padamu.
Pas suka aku takut nanti jatuh cinta padamu.
Udah jatuh cinta, aku takut kehilangan kamu..
Tadi malam aku kirim bidadari untuk menjaga tidurmu. Eh, dia buru-buru balik. Katanya, ‘Ah, masa bidadari disuruh jaga bidadari?
Aku tercipta hanya untuk mencintai dirimu
Dan izinkan aku untuk terus begitu.
Aku bersedia menjadi lilin,
Membakar diriku untuk menerangi dirimu.
Berpisah dengamu sedetik saja bagaikan 1000 tahun.
Untuk rayuan gombal ini jangan sampai si cewek tanya “emang umur lu berapa”
Seandainya kau adalah bunga,
biarkan diriku menjadi POT untuk menjagamu.
Lihat di sana sayang!
Matahari terbenam begitu indah, (sambil menatap pasangan)
Walau begitu, itu tak dapat menandingi keindahan dirimu.
Dunia ini hanya milik kita berdua sayang.
Yang lainnya hanya ngontrak
Jadul punya coy…
Tahu nggak say,
Aku kemarin nggak bisa bangun dari tidur karena terus memimpikanmu.
Dijamin sukses membuat cewek tersipu malu
Aku tidak bisa makan karena ingat kamu.
Aku tidak bisa mandi karena ingat kamu. Aku tidak bisa tidur karena ingat kamu.
Sudah umum sih tapi tingkat keberhasilannya itu lho! Mantap.
Walau aku tidak bisa berpuisi,
amun saat melihat tatap matamu,
Tiba-tiba aku menjadi seorang penyair BESAR yang selalu memujamu.
Ini Dari kasino warkop
Aku dengar bisikan angin sampaikan pesanmu padaku.
Aku rasakan tetesan embun sebagai lambang kasih sayangmu.
Kulihat pelangi hati sebagai gambaran cintamu padaku.
Kurasakan ketulusan, kejujuran, dan kesetiaanmu padaku.
Kini aku menyadari bila dirimu kau sangat sayang padaku.
Tapi semua terasa menjadi tiada indah tanpa dirimu.
Kan kujaga semua yang pernah kau berikan padaku, cinta.
Kukirimkan malam ini cinta suciku untukmu bersama hembusan angin teduh.
Kusalurkan kasih sayangku melalui pori-pori jiwaku,
untuk bekal tidur yang kau jenjang dalam dekapan kasih membelai jiwamu.
Saat pertama kali bertemu, dirimu selalu hadir dalam hatiku.
Waktu berjalan bersama bayangmu, inginnya selalu dekat denganmu.
Lembayung tergores kelam, menjelajah anganku pilu.
Getar kasihmu dalam badai,
Tinggalkan mimpi menuju harapan.
Adakah harapan itu untukku?
Bila bunga cinta gugur menyelubungi hatiku yang sepi dan pudar bersama cinta.
Tiada hal yang terindah selain cinta.
Cinta yang lahir dari hati.
Ingin meraih kembali cintamu menjadi kenyataan.
Saat diriku dalam siksaan cinta, dirimu melenggang pergi tanpa pernah memikirkanku.
Untuk apa berlari dalam kelam?
Sedang kabut pun tak mau menyibak.
Biarlah semua berlalu, mimpi pun aku tak ingin.
Meski rindu ini tercipta untukmu.
Adakah di hatimu terbesit satu harapan untuk berjanji selamanya bersamaku?
Andai dirimu berada disini untuk membuka kembali jalan cinta.
Ada rasa rindu disana yang mengisi relung hati.
Adakah rindu di hatimu seperti yang kurasakan?
Kutahu kau mencintaiku saat kulihat binar matamu bersinar saat menatapku, teduh dan hangat. Kutahu kaulah tempatku bersandar dan berlindung.
Mengapa harus berjumpa saat diriku telah berdua?
Ingin diriku lari dari kenyataan bersama hasratku bersamamu.
Namun kutak kuasa melawan sumpah yang telah terucap.
Anganku tak berhenti bersajak.
Walau kutahu, kau tak pernah menganggap diriku ada,
Meski rasa letih mendera,
Aku tak akan pernah melepaskannya lagi.
Kau hanya mimpi yang tak akan menjadi nyata hingga segala rasa harus padam dan berakhir.
Kan selalu kurasakan hadirmu antara ada dan tiada.
Dingin angin malam membawa khayalan kian pasti.
Kugantung impian dan asa,
Dan aku berjanji tidak akan mengecewakan dirinya.
Mencintaimu setulus hati,
Mengarungi lautan untuk mendapatkan cinta suci.
Tak akan pernah menduakanmu walaupun terpisah jarak dan perbedaan.
Tak semua kata dapat terucap,
Lain di mulut lain di hati.
Suatu hari nanti, kau akan tahu,
Rasa cinta yang tersimpan.
Nikmatilah cinta dengan kasih putih,
Maka akan lahir cinta sejati.
Mengagumimu apa adanya dan menjadi inspirasi dalam hidupku.
Membangkitkan rasa cintaku menjadi tak terbatas.
Kini, kuserahkan diriku apa adanya.
Tak akan pernah tahu,
Kemana mata hati melangkah dan berpijak.
Sosokmu hanya banyang semu di hati.
Abadilah asa bersama mimpiku.
Sesaat mengenal telah menambah arti dalam hidupku.
Kudapatkan anugerah terindah di bulan penuh berkah.
Tanpa kata janji, hanya ungkapan cinta dan saling pecaya.
Berdua kita jelang masa depan bersama dalam satu cinta,
Abadi selamanya.
Rindu akan belaianmu, kasih sayang, dan ketegaranmu.
Walau semua itu t’lah berlalu,
Tapi takkan pernah terlupakan hingga akhir hayatku.
Saat bertemu, aku tak peduli.
Saat kau pergi, aku selalu menantimu.
Apakah ini namanya cinta?
Kau datang disaat keegoisan akan cinta tengah mendera.
Membawa cahaya dan kedamaian,
Membuatku tidak mudah menyerah untuk merengkuh kisah cinta bersamamu.
Dalam hati aku menanti,
Kuserahkan hati sebagai tanda ketulusan cinta.
Meski adakah cinta yang tulus setelah sekian lama lelah mencari.
Kapankah perjalanan ini kan berakhir?
Penderitaanku adalah bayangan gelap bagi dirimu,
Saat kesetiaan menjadi alasan untuk mencampakanku!
Aku takkan lari dari cintamu yang selalu memasungku.
Sesuatu yang terbesar dalam hidup ialah mengampuni orang yang menyakiti kita
Dan tetap mengasihinya.
Jangan pernah berkata selamat tinggal jika masih ingin mencoba.
Jangan pernah menyerah selama merasa masih dapat maju.
Jangan pernah berkata ya bila tidak menyukainya.
Untuk apa bicara cinta, jika hatimu tak terbuka.
Untuk apa bicara cinta, jika matamu tak bercahaya.
Untuk apa bicara cinta, jika hanya membuatmu menderita.
Bagiku, dirimu adalah Sang Cinta
Apakah arti cinta jika tidak saling mengerti satu sama lain.
Jika keegoisan yang muncul, itu bukanlah cinta.
Seseorang tak akan pernah menyadari dalamnya rasa cinta
Sampai tiba saat perpisahan.
Cinta bagaikan sepasang burung yang tumbuh melalui jiwa, rasa dan raga.
Cinta dapat dimiliki melalui perasaan dua hati.
Kuingin lebih mencintaimu sebelum saat lepaskan tubuhku.
Kuingin rasakan cintamu seutuhnya sebelum saat tinggalkan jiwaku.
Cumbuilah cintaku, belailah hatiku dan peluklah erat jiwaku untuk selamanya.
Cinta adalah saling memiliki.
Kasih sayang adalah saling memberi.
Cinta adalah kejujuran.
Mencintai bukan untuk saling menghianati.
Apakah cinta itu?
Hingga kini masih kunanti hadirnya di relung hatiku.
Cinta tak harus memiliki dan mencintai bukanlah menguasai.
Biarlah kumencintai dengan caraku sendiri.
Jangan sebut cinta abadi jika hanya ingin merasakannya.
Hiduplah cinta dan tinggallah di dalamnya maka cinta itu akan kekal.
Laksana kumbang yang terjebak dalam taman mawar berduri.
Leluasa menikmati tebaran keharumannya.
Namun tak kuasa untuk memetiknya.
Tak kuasa bebas dari belenggu duri.
Cinta tak harus memiliki tapi hanya bisa dirasakan.
Berpisah tak harus ada rasa benci.
Hanya cinta yang mampu mengatasinya.
Cinta dapat melahirkan kebahagiaan dan kebencian.
Cinta bukanlah segalanya.
Tak perlu berlebihan memperlakukannya.
Cintailah sang pencipta cinta.
Adakalahnya cinta datang tiba-tiba.
Adakalahnya cinta datang walau hanya sesaat.
Adakalahnya cinta datang hanya di bibir saja.
Tapi cintaku untuk selamanya, dan namamu terukir dilubuk hatiku.
Jika ditakdirkan untuk bersama,
Kutak ingin hanya janji dan kata setia.
Cinta butuh kepastian yanhg nyata.
Saat kutatap wajah sang malam.
Dirimu hadir dalam tatapan mataku.
Begitu lekat dalam hembusan bayu.
Serasa lembut nafasmu menyapu rinduku.







